Artikel Anak Jalanan Part 1

Anak jalanan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Anak jalanan atau sering disingkat anjal adalah sebuah istilah umum yang mengacu pada anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan, namun masih memiliki hubungan dengan keluarganya. Tapi hingga kini belum ada pengertian anak jalanan yang dapat dijadikan acuan bagi semua pihak.

Pengelompokan

Di tengah ketiadaan pengertian untuk anak jalanan, dapat ditemui adanya pengelompokan anak jalanan berdasar hubungan mereka dengan keluarga. Pada mulanya ada dua kategori anak jalanan, yaitu anak-anak yang turun ke jalanan dan anak-anak yang ada di jalanan. Namun pada perkembangannya ada penambahan kategori, yaitu anak-anak dari keluarga yang ada di jalanan.
Pengertian untuk kategori pertama adalah anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan yang masih memiliki hubungan dengan keluarga. Ada dua kelompok anak jalanan dalam kategori ini, yaitu anak-anak yang tinggal bersama orangtuanya dan senantiasa pulang ke rumah setiap hari, dan anak-anak yang melakukan kegiatan ekonomi dan tinggal di jalanan namun masih mempertahankan hubungan dengan keluarga dengan cara pulang baik berkala ataupun dengan jadwal yang tidak rutin.
Kategori kedua adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh atau sebagian besar waktunya di jalanan dan tidak memiliki hubungan atau ia memutuskan hubungan dengan orangtua atau keluarganya.
Kategori ketiga adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh waktunya di jalanan yang berasal dari keluarga yang hidup atau tinggalnya juga di jalanan.
Kategori keempat adalah anak berusia 5-17 tahun yang rentan bekerja di jalanan, anak yang bekerja dijalana, dan/atau yang bekerja dan hidup dijalanan yang menghabiskan sebagaian besar waktunya untuk melakukan kegiatan hidup sehari-hari.
Seorang anak yang mempunyai cita-cita yang tidak tercapai, karena ada sebuah faktor perekonomian keluarga, sehingga mereka mencarai uang tambahan jajan dengan cara mengamen di jalan dll

Lihat pula

Pranala luar

Kisah Anak Jalanan

Sedikit Cerita Bersama Anak Jalanan

 
 
 
 
 
 
8 Votes

“Semir tante?”
“Semir? Hehehe maaf ya dek, aku lagi ga pake sepatu.”
“Ga pa2 tante, semir aja ya.”
“Apanya yang mau disemir dek? apa kakiku yang mau disemir? lain kali aja ya.” Kebetulan aku memang jarang sekali memakai sepatu, lebih sering memakai sandal. Dua bocah lelaki kecil itu tersenyum malu-malu. Satu anak kecil dengan bulu mata lentik, sedangkan yang satu lagi lebih besar dengan kulit coklat terbakar matahari.

“Udah makan belum?” Aku tengok arloji, jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah satu siang.
“Belum tante.”
“Udah sarapan?”
“Belum tante.”
“Makan bareng yuk.”
“Bungkus aja ya tante.”
“Kok dibungkus? Makan sini aja bareng-bareng.”
“Ada teman-teman yang lain tante, ga enak kalau makan sendiri.”
“Ya udah mana teman-temanmu yang lain, suruh kesini aja sekalian, kita makan bareng.”
Anak kecil yang agak besar tadi memanggil teman-temannya yang berada tidak jauh dari tempat kami duduk. Tiga bocah kecil datang menghampiri, dengan malu-malu.
“Kalian udah makan belum? Makan bareng yuk”
Berdua bersama temanku, kami memesan makanan tambahan untuk mereka. Semula mereka masih malu-malu, duduk di sudut sebelah meja kami. Berlalunya waktu dan percakapan yang terjadi, akhirnya mereka mulai menerima kami dan menanggapi perbincangan dengan lancar.
Lima bocah kecil duduk bersama dalam satu meja. Bocah dengan bulu mata lentik malu-malu bernama Didi, saat ini masih duduk di bangku TK. Yang agak besar bernama Ardi, kelas 6 SD yang sebentar lagi akan mengikuti ujian nasional. Satu lagi bernama Ali, dengan celetukan yang agak kasar bila dibandingkan dengan usianya yang masih duduk di bangku SD kelas 3. Dari cerita teman-temannya, kata-kata dan tingkah laku Ali terpengaruh oleh ayahnya yang kasar. Ayah Ali seorang pemabuk yang bekerja sebagai tukang ojek sering melontarkan kata-kata kasar bahkan cenderung menggunakan kekerasan terhadap Ali. Menariknya, bila Ali sudah mulai berkata kasar, teman lainnya akan menegurnya. Bocah kecil satu lagi bernama Yudhi, paling pendiam diantara lima anak itu. Bocah terakhir (kebetulan saya lupa namanya) terlihat paling dewasa dan sering menjadi jubir di antara teman-temannya.
Sambil menunggu makanan datang, kami isi dengan mengobrol santai. Mereka adalah anak-anak kecil yang sehari-harinya menjadi tukang semir sepatu di pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM). Mereka tidak mau menyebut diri mereka pengamen atau (maaf) pengemis, tetapi tukang semir sepatu. Paling tidak untuk uang yang mereka dapatkan adalah hasil kerja memberi jasa bukan asal sekedar menerima uang. Mereka berlima tinggal tidak jauh dari TIM.
“Kalian di TIM dari jam berapa sampai jam berapa? Apa nggak dicari ibu kalian?”
“Kalau Senin sampai Sabtu, setelah selesai sekolah sampai malam kira-kira jam 8 malam. Kalau hari Minggu, dari pagi sampai malam.”
“Dalam sehari bisa dapat berapa dari menyemir sepatu, dek?”
“Kadang goceng kadang ceban, kalau hari Minggu sepi, sekarang aja belum dapat tante.”
“Trus, uangnya buat apa? Buat jajan kalian apa ditabung?”
“Dikasih ibu dirumah. Tapi nggak semuanya, kalau dapat ceban, yang goceng dikasih yang gocengnya lagi dipakai jajan sama ditabung di sekolahan, hehehehe…”
Akhirnya pesanan makanan datang, dan kamipun makan ramai-ramai. Ditengah makan, datang segerombolan anak-anak kecil dalam jumlah yang lebih banyak. Mereka mengawasi kami dengan pandangan menyelidik. Agak penasaran, karena 5 bocah tadi terlihat ketakutan dengan kedatangan mereka. Melihat polah gerombolan anak kecil tadi berbeda dengan 5 bocah yang saat itu duduk bersama kami. Mereka lebih kasar baik dalam sikap maupun kata-kata dengan rambut yang lebih merah terbakar matahari.
“Kalian kenal mereka? Teman-teman di TIM juga?”
“Bukan tante, mereka bukan teman kami, mereka anak-anak luar TIM. Kemarin kami dipukuli mereka.” Agak kaget juga mendengarnya.
“Dipukuli kenapa?”
“Anak-anak di luar TIM tidak boleh masuk dan mengamen di TIM. Yang boleh di TIM ya hanya anak-anak di dalam TIM saja. Kemarin kami lihat mereka mengamen di TIM, terus kami lapor ke keamanan TIM dan bujang. Akhirnya mereka dimarahi, tapi mereka marah terus mendatangi kami dan memukul kami.”
“Makanya lain kali, nggak usah lapor-lapor lagi, biarin aja mereka, daripada dipukuli lagi.” Kata temannya menimpali sekaligus memperingatkan temannya yang lain.
Dari cerita mereka, ada pembagian lokasi kerja. Lokasi TIM hanya boleh dikerjakan oleh anak-anak dalam TIM, itupun masih dibagi-bagi dalam kelompok-kelompok kecil dengan dikoordinatori bujang. Bujang adalah mantan penyemir sepatu yang dulu bekerja di TIM, setelah beranjak dewasa, mereka tidak lagi menyemir tetapi menjadi tukang parkir menggantikan tukang parkir yang sudah tua. Dari cerita mereka, bujang bertugas mengatur dan melindungi mereka terutama bila terjadi perkelahian seperti yang diceritakan sebelumnya. Ketika ditanya, apakah ada bagian uang hasil semir sepatu yang diberikan ke bujang. Mereka menjawab tidak ada. Semoga saja apa yang mereka ceritakan benar, tidak ada uang yang harus diberikan ke bujang.
“Jangan-jangan nanti kalau kalian sudah besar,jadi tukang parkir seperti bujang?”
“Iyalah tante, tapi besok kalau kami sudah besar. Kalau sekarang mana mungkin, bisa-bisa mobil-mobil yang parkir nabrak-nabrak semua.” Mereka tertawa bersama mendengar jawaban teman mereka.
Di tengah tawa mereka, saya berpikir, seperti inilah hidup dan cita-cita mereka. Mereka tidak pernah diajari untuk menggantung cita-cita setinggi langit dan mempunyai impian. Saya masih ingat sewaktu seusia mereka, saya mempunyai cita-cita sebagai dokter, teman-teman yang lain ada yang ingin menjadi polisi, astronot, dan sebagainya khas cita-cita anak kecil. Tapi bagi mereka, apa yang nampak di depan mereka itulah yang akan mereka jalani kelak, menjadi tukang parkir.
“Kalian tahu sodomi?” Agak kaget juga mendengar pertanyaan berani dari temanku.
“Tau.” Jawab mereka serempak
“Kalian jawab dengan jujur ya, apa diantara kalian ada yang pernah disodomi?” Tanya temanku dengan berani.
“Nggak tante.” Jawab mereka saling berpandangan.
“Tapi, teman-teman yang diluar TIM ada.” Kali ini saya benar-benar kaget mendengar jawaban mereka. Memang di televisi sudah banyak diliput tentang sodomi di kalangan anak jalanan, tapi mendengar sendiri dari mulut mereka benar-benar membuat shock.
“Kalian tau siapa yang melakukannya?”
“Kalau kata teman-teman di luar, orang-orang asing yang nggak dikenal. Setelah menyodomi, terus ditinggal begitu aja.”
Astaghfirullah…….seperti itukah kondisi mereka di jalanan. Hidup dengan kekerasan ditambah dengan pelecehan seksual untuk anak sekecil mereka.
“Kalian harus hati-hati ya, kalau bisa saling menjaga.”
“Kalau di TIM sih lumayan aman tante, tidak seperti yang di luar. Tapi ada juga yang kemarin pakai shabu-shabu.” Astaga, apalagi ini, shabu-shabu? Anak sekecil itu sudah mengenal yang namanya shabu-shabu. Mungkin saya yang terlalu berpikir jauh, mungkin shabu-shabu yang dimaksud mereka adalah makanan Jepang, bukan barang terlarang itu.
“Shabu-shabu apa nih? Memangnya kalian tau apa itu shabu-shabu?”
”Iya, yang narkoba itu kan. Kemarin kami lihat ada orang yang lagi nyabu di belakang. Ada juga yang pakai ganja, trus ada juga yang pakai suntikan.” Astaghfirullah, kami yang mendengar hanya bisa menahan napas mendengar cerita mereka. Mereka menyebutkan beberapa jenis narkoba bahkan bagaimana cara memakai suntikan di tangan.
“Kalian tau bahaya narkoba kan?”
Dengan polos mereka menjawab, “nggak tau. Tapi yang jelas, kalau berurusan dengan narkoba nanti bisa ditangkap polisi.”
“Kalian jangan dekat-dekat dengan yang namanya narkoba ya. Kalian janji harus hati-hati, jangan pernah dekat-dekat.”
“Tau tuh tante, si Ardi kemarin nemu suntikan trus dibawa sama dia.”
“Aku kemarin nemu suntikan tante, dipendam di tanah, trus aku ambil aku pindahkan sama teman-teman yang lain. Ga tau tuh, sekarang dibuang kemana suntikannya sama teman-teman yang lain.”
“Ardi….jangan dekat-dekat apalagi sampai mengambil suntikannya. Kalau kamu menemukannya, sudah biarin aja ya, nggak usah diambil apalagi dipindahin. Kalau pas kamu bawa suntikan trus ketahuan sama pak polisi, nanti kan kamu yang ditangkap, disangkanya kamu yang makai. Kamu mau ditangkap polisi?”
Kami berdua mencoba meyakinkan mereka untuk tidak dekat-dekat dengan narkoba. Di mata bocah-bocah kecil itu, mereka tidak tau apa itu narkoba, bagaimana berbahayanya narkoba, yang mereka tau narkoba berbahaya karena bisa ditangkap polisi kalau ketahuan membawanya. Yang berbahaya adalah rasa penasaran mereka, untuk anak seusia mereka dengan jiwa-jiwa polosnya, rasa penasaran bisa mengalahkan segalanya.
“Bagaimana dengan anak-anak di luar. Apa mereka memakai narkoba?”
“Nggak. Yang kecil seperti kami nggak pakai. Tapi yang bujang pakai narkoba.”
“Itu…ayahnya eli kan pakai ganja.” Timpal Ali dengan gaya sok taunya.
“Iya tante, ayahnya teman kami Eli kan pakai ganja dapat dari ayahnya Dwi.”
“Dapat dari mana uangnya untuk beli ganja?”
“Nggak tau juga tante.”
Saya masih terus berpikir dan mencoba mencerna semua pembicaraan dengan bocah-bocah kecil ini. Di usia sekecil itu, mereka sudah mengenal yang namanya shabu, ganja, suntikan, sodomi, kata-kata kasar seperti bangsat. Kondisi yang sangat berbeda jauh dengan anak-anak kecil yang berada di Planetarium tempat kami melihat pertunjukan ruang angkasa sebelumnya. Anak-anak kecil yang datang bersama bapak-ibunya dengan mengendarai mobil, yang mengambek hanya karena tidak dibelikan mainan baru di lobi Planetarium. Kondisi yang sangat timpang.
Bagi lima bocah kecil ini, bermain adalah bekerja, bekerja adalah bermain, tidak ada pakaian mewah, tidak ada mainan baru, tertawa bersama, dan bermain bersama. Mereka tidak tau apa itu hak yang sering digembar-gemborkan komnas perlindungan anak, yang mereka tau, mereka bekerja untuk mendapatkan uang untuk emak dan jajan mereka.
Percakapan singkat dengan lima bocah kecil itu, kembali menyadarkanku. Kondisi di luar sana bagi anak-anak jalanan adalah perang yang berlaku hukum alam, siapa yang kuat dialah yang akan bertahan, sekalipun dengan saling serang teman sendiri untuk bertahan hidup. Di tengah perang itupun, mereka harus menerima perlakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan mereka hanya untuk pemuasan nafsu binatang yang menjijikan.
Kita tidak boleh pura-pura buta dan tuli melihat kondisi seperti ini, karena kondisi seperti ini memang benar-benar terjadi, bukan hanya sekedar gosip dan rumor belaka. Teringat dengan Pasal 34 UUD 1945, yang sampai sekarang masih belum diamandemen keberadaannya “Yatim piatu dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.” Kita adalah bagian dari negara Indonesia, kita adalah bagian dari masyarakat tempat mereka berada, jadi kita juga bertanggung jawab untuk memelihara dan membantu mereka.
*) terimakasih untuk lima bocah kecil yang telah menemani kami menghabiskan makan siang di salah satu sudut TIM, 4 April ‘10

Kumpulan Cerita Lucu

Kumpulan Cerita Lucu Banget Obat Anti Galau Terbaru 2013


Cerita Lucu. Abis putus cinta? atau lagi banyak masalah sehingga membuat kalian merasa galau berkepanjangan (baca:gila) :p. Mungkin ada baiknya kalian membaca cerita lucu atau mungkin kata kata lucu yang terbukti ampuh sebagai pengusir rasa galau. karena cerita lucu kocak ini akan membuat kalian tertawa dan tahukah kalian bahwa tertawa dpat memberikan banyak manfaat baik bagi tubuh.

Selain dapat mengatasi rasa galau cerita humor lucu ini dapat pula di jadikan sebagai sarana refresh otak dari rutinitas sehari hari yang mungkin saja sangat tegang dengan segala tuntutan dan tekanan yang ada. Nah berikut adalah beberapa cerita humor lucu yang saya berikan disini yang nantinya akan di update terus agar kalian terhibur. Selamat membaca Cerita lucu.

Cerita Lucu

Kumpulan Cerita Lucu Banget


Cerita Lucu Nama Ambil Dari Al-quran

Doni dan Tono adalah sahabat sejati, keduanya baru saja di karuniai seorang anak. dan pada suatu saat meraka bertemu terjadilah percakapan berikut.

Doni : No, anak lo namanya siapa?
Tono : Azis, ambil dari Al-quran tuh
Doni : anak gue namanya juga ambil dari Al-quran
Tono : siapa?
Doni : Saitonirojim
#tibatibahening

Cerita Lucu Sariawan

Setelah Jalan jalan, Udin, memasuki pelataran sebuah rumah makan. Dia kelaparan. Dilihatnya masih ada satu tempat yang kosong, langsung dia menghampiri pelayan untuk memesan makanan. Beberapa menit kemudian pesanan pun datang dan tanpa menunggu lama dia langsung menyantap hidangan. Lagi asyiknya makan, datanglah seorang cewek cantik. Wajahnya oriental, mirip Miy***. Pakai celana hot pants. Karena semua tempat penuh, cewek itu lalu bergabung semeja dengan Udin. Jadi, satu meja dua tempat duduk. Udin terpana melihat kecantikan cewek itu, sampai-sampai dia menunda santapannya. Entah kenapa, tiba-tiba Udin tersadar dan dengan reflek dia menutup mulutnya pakai kedua belah tangannya. Si cewek yang melihat tingkah aneh Udin lantas bertanya,
Ce : "Mas, kenapa nggak makan. Panas dalam ya?".
Udin : (Geleng-geleng kepala).
Ce : "Susah buang air ya?".
Udin : (Tetap geleng-geleng kepala).
Ce : "Mas pasti sariawan. Bibirnya pecah-pecah ya?".
Udin : (Sambil membuka kedua belah tangannnya dari mulutnya), ”Iya, pecahnya besar sekali".
Rupanya bibir Udin sumbing.

Cerita Lucu Nenek sayang Cucu

Tini baru berumur dua setengah tahun, tapi cerewetnya bukan main.
Dan namanya saja anak kecil jadi kalau bicara juga ceplas ceplos (Maklum, Ibunya
dulu ngidam beo panggang ).Kadang-kadang ucapannya membuat malu ibunya seperti kalau sedang ada tamu Tini dengan santai bilang pada ibunya "Bu, Tini mau kencing" atau "Bu, Tini mau beAb .
Oleh sebab itu lah ibunya membuat istilah khusus untuk itu, yaitu kalau buang air
kecil harus bilang "Bu, Tini mau siul" dan kalau buang air besar, bilang "Bu, Tini mau nyanyi."Hal tersebut sangat diingat oleh Tini sehingga dia sendiri lupa apa kata asli dari dua hal itu.
Hal ini sudah berlanjut sampai lebih dari 2 bulan dan tidak pernah sekalipun Tini salah ucap. Dan si Ibu tidak pernah lagi dipermalukan oleh Tini di depan tamunya. Pada suatu waktu datanglah Nenek Tini dan berniat untuk menginap di rumah Tini dengan membawa oleh-oleh buah pepaya dari kampung. Namanya juga anak kecil yang sudah lama tidak ketemu sang nenek, maka Tini minta ijin pada ibunya untuk tidur bersama neneknya. Si ibu memperbolehkan sambil menasehati agar Tini tidak boleh ngompol, dan kalau sudah kepingin buang air harus bilang sama nenek supaya diantar ke kamar mandi.
Dengan gembira Tini langsung meng-iya-kan dan tidurlah si nenek dan cucunya. Mungkin karena terlalu banyak makan papaya pemberian si nenek, tengah malam Tini mulai merasakan perutnya mules. Karena ingat pesan ibu, maka Tini membangunkan neneknya yang sedang lelap tidur sambil berkata :
"Nek, nek. Tini mau nyanyi".
Dengan sabar si nenek menjawab :"Cu, ini sudah malam. Jangan nyanyi sekarang nanti tetangga pada bangun. Besok saja yaa..".
Tapi si Tini yang sudah mules berat memaksa neneknya untuk 'nyanyi' sekarang juga. Karena saking sayangnya pada si cucu, akhirnya si nenek setuju dan
katanya "Boleh nyanyi sekarang, tapi pelan-pelan aja nyanyi dikuping nenek."
wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk

Cerita Lucu Toko Obat

Alkisah di suatu pasar di bilangan Jakarta ada 2 toko obat. Toko obat pertama milik wan Abud keturunan Arab, dan toko yang kedua milik koh Ahing orang keturunan tionghoa. Toko mereka bersebelahan, tapi toko koh Ahing lebih laris dibanding toko milik wan abud. Semakin hari semakin banyak saja pelanggan koh Ahing. Bahkan langganan wan abud juga ikut pindah ke toko sebelah milik koh ahing lantaran koh Ahing bikin promo "TIDAK SEMBUH UANG KEMBALI 3X LIPAT". Wan abud semakin geram saja...
Suatu ketika wan Abud berniat jahat kepada koh Ahing dengan maksud merebut pelanggan koh Ahing dengan strategi nya..

Wan Abud: "sialan si ncek, toko ane jadi ga laku.. Biarin Ntar ane kerjain tuh orang. Ane pura2 sakit trus bilang ke orang2 kLo ane ga sembuh minum obatnya si Ahing".

Wan Abud: "permisi Koh Ahing.."
Koh Ahing: "Eh..wan Abud, tumben..ada apa? Toko nya juga kok blm buka, knp wan Abud?
Wan Abud: "Iya nih koh, ane lagi sakit. Mau beli obat sama ente. Kan obat ente terkenal manjur..sampe2 bikin iklan TIDAK SEMBUH UANG KEMBALI 3X LIPAT segala".
Koh Ahing: "Marah banget roman nya . Ente sakit apa wan Abud??"
Wan Abud: "Ane sakit mati rasa nih koh Ahing"
Koh Ahing: "oohh..mati rasa, saya ada obatnya yg mujarab". "Ling-ling..tolong ambil obat di kotak nomor 8 buat wan Abut" (teriak koh ahing kepada ling2 anak nya)

Tak lama berselang, ling-ling datang membawa obat yang diambil nya dari kotak nomor 8

Koh Ahing: "ini wan abud obat mati rasa nya. Langsung di minum aja wan Abud
Wan Abud: "Ane minum ni yee...
Saat obat baru sampai di lidah wan abud, ia merasakan hal yg aneh..lalu ia berkata
Wan Abud: ": Sialan luh koh, ini mah TAI KAMBING"
Koh Ahing: " ente bilang mati rasa wan abud, itu bisa ngerasain TAI KAMBING? "

Niat jahat wan Abut untuk merebut pelanggan koh Ahing pun gagal lantaran kecerdikan koh Ahing yg sudah membaca niat jahat wan Abud. Dengan perasaan kesal ia pun beranjak pulang ke rumah.

Di rumah ia menyusun rencana lain untuk menjatuhkan koh Ahing. kali ini ia tidak sendiri, tapi dibantu asisten nya yang bernama Udin

Wan Abud : " Udin lu besok ikut gw ke toko si Ahing, gw mo ngerjain dia. Ntar gw pura2 hilang ingatan trus lu minta obat hilang ingatan buat gw sama si Ahing". Trus gw pura2 ga sembuh, nnti lu triak ke orang2 kLo obat dia ga manjur trus lu minta uang ganti rugi 3x lipat
Udin : "Siap juragan

keesokan hari nya Udin dan wan Abud pergi ke toko koh Ahing
Koh Ahing: "eh udin..kenapa itu bos lu kya orang linglung??
Udin: "ini koh, bos saya sakit hilang ingatan, saya minta obat buat nyembuhin bos saya dari sakit hilang ingatan".
Koh Ahing: "Ada kok din, tenang aja." "Ling-ling, tolong ambil obat di kotak nomor 8" (koh Ahing meminta anaknya untuk mngambil obat di kotak nomor 8

yang awal nya berlagak seperti orang hilang ingatan, sembari meninggalkan toko koh Ahing wan Abud berkata
Wan Abud: "Dasar Ncek giLa...gw mau di kasih TAI KAMBING lagi, sialan lu"
Koh Ahing: "kata nya hilang ingatan, itu masih inget sama TAI KAMBING.

Cerita Humor Ulang Tahun

Hari ini adalah hari yang (harusnya) spesial bagi Bambang, namun dia merasa tidak demikian di hari ulang tahunnya ini ketika dia baru membuka mata dia bukannya dapat ucapan "selamat" dia malah disambut oleh caci maki sang istri, kedua anaknya bertengkar hebat, dalam perjalanan ke kantor pagi tadi dia tejebak macet, belum lagi ban nya bocor, terus sesampainya di kantor pun rupanya tak ada yang menyadari hari ulang tahunnya pikirnya.

Untunglah ada Rika, sekertarisnya yang baik serta pengertian (plus cantik) yang mau menghiburnya.
"Bapak kelihatan murung, ada apa pak.?"
"Nggak, nggak ada apa-apa." Hufft rupanya Rika juga gak tau hari ulang tahunku.
"Emmm, bapak ntar habis pulang mau temenin rika makan nggak.? rika tau restoran enak yang kemarin baru dibuka." sambil mengedipkan mata.
"OK, baiklah".

Direstoran mereka berdua makan. Selesai makan mereka ke tempat karaoke. Kemudian malamnya Pak Bambang mengantar Rika ke apartemennya.
"Bapak mau mampir dulu.?, sebentar aja Pak..."
"OK lah, sebentar aja ya.." dari pada di rumah kena marah lagi pikirnya.

"Wah Rika gak nyangka ya kamu juga suka film gituan." Pak Bambang tak sengaja melihat beberapa film bokep diantara beberapa koleksi DVD Rika di ruang tamu.
"Ah anu pak, cuma penasaran aja, hehe."
"Penasaran kok ada beberapa keping gitu...". Pak Bambang tersenyum.
Kemudian lama-lama pembicaraan menjerus ke hal-hal yang berbau porno.
"Emmm, pak Bambang saya permisi sebentar mau ke belakang ada sesuatu yang mau dibenerin. Bapak tunggu di kamar saya aja yahhh..." Rika mengedipkan matanya sambil tersenym manis.
Pak Bambang yang mengerti "KODE" itu pun beranjak ke kamar Rika sambil bersiul-siul.
"Heheheh.., Gak nyangka bisa "ginian" semudah ini sama Rika..." katanya dalam hati.

Tak lama Rika pun menyusul masuk. Dan Pak Bambang yang berbaring di atas ranjang dan sudah tak mengenakan sehelai benang pun hanya bisa TERPAKU melihat Rika membawa kue ultah bersama anak istri dan rekan-rekan kerja Pak Bambang.

Cerita Lucu Dua ORang Mati

Ada dua orang yang sudah mati ditanya malaikat penjaga gerbang sebelum masuk ke alam baka.

Malaikat: Kenapa kamu ada di sini?

Orang 1: "Sewaktu saya dikantor, saya diberitahu tetangga kalau istri
saya sedang berselingkuh dengan laki-laki lain di apartemen saya.
Karena itu saya langsung ngebut pulang. Sampai di rumah saya
obrak-abrik seluruh kamar mencari laki-laki itu. Marah nggak ketemu,
saya lempar apa saja yang saya temukan keluar jendela, termasuk koper
yang ada di samping tempat tidur. Saking emosinya saya kena serangan
jantung."

Malaikat: "Kalau kamu?" (tanya malaikat ke orang kedua)

Orang 2: "Hhh… saya ada di dalam koper yang dibuang tadi.."

Cerita Humor Kaki Kambing

Dalam sebuah pelajaran matematika, Ibu guru bertanya kepada murid.

Ibu Guru : Kaki ayam ada berapa, Bonar ?
Bonar : Dua bu
Ibu Guru : Bagus, sekarang jojon, kaki kambing ada berapa ?
Jojon : Delapan Ibu Guru
Ibu Guru : Bagaimana bisa begitu ?
Jojon : Coba hitung, 2 kaki depan, 2 kaki belakang, 2
kaki kiri dan 2 kaki kanan. Kan 2+2+2+2=8
Ibu Guru : Jojon, sungguh pintar kau seperti pejabat saja.

Cerita Lucu Maling

Alkisah suatu malam ada dua orang maling yang baru saja berhasil merampok sebuah warung
Maling 1 : Jon lu tadi ngambil barang apa aja?
Maling 2 : Gw ngambil perhiasan, duit sama TV LCD 32 inchi
Maling 1 : Kalo gw berhasil ngambil sendal si pemilik warung
Maling 2 : Jiah lu bego banget. Ngapain ngambil sendal. Kenapa ngga ngambil barang berharga oon.
Maling 1 : lu tuh yang bego. Gw ngambil sendal si pemilik warung supaya dia ngga bisa ngejar kita.
Maling Dua : ?!?!?!@##

Nah segitu dulu cerita lucu yang bisa saya berikan disini. Tapi jangan kuatir seperti saya bilang diatas kalo temen temen suka nanti akan saya update dengan cerita cerita humor yang lebih lucu lagi. Ok semoga temen temen semua terhibur dengan membaca cerita lucu ini, Salam.


10 Hukum Kehidupan


kehidupan
Berapa orang dari kita yang pernah memikirkan sungguh-sungguh arti kehidupan ini? Meskipun kita menjalani hidup kita masing-masing, banyak dari kita yang mempertanyakan apakah arti kehidupan ini. Kita perlu menyisihkan waktu untuk memikirkan hal ini dengan serius. Kecuali kita benar-benar memahami kehidupan kita saat ini dan bagaimana kita menjalaninya, kita tidak bisa merubahnya sesuai dengan keinginan kita. Terdapat pandangan-pandangan kehidupan yang berbeda dimana orang-orang akan melihat kehidupan berdasarkan pendidikan, pemahaman, dan pengalaman pribadi mereka.
Melalui artikel ini, Akuinginsukses.com berusaha menjabarkan 10 hukum kehidupan sebagai dasar pemikiran positif.

10. Pengambilan Keputusan

Ada saat tertentu dalam kehidupan dimana rasanya sulit untuk mengambil keputusan yang tepat. Hal ini mungkin terjadi karena kita tidak memiliki semua informasi yang kita butuhkan untuk membuat keputusan yang tepat. Alasan lain ialah karena kita kurang berhati-hati dalam menghadapi situasi atau masalah tersebut. Faktor lain yang mungkin berujung pada kesalahan dalam pengambilan keputusan adalah kita merasa tidak sabaran sehingga kita membuat keputusan yang tergesa-gesa. Pada saat yang bersamaan, kita harus menganalisa dengan objektif penyebab kegagalan kita. Analisis objektif semacam ini akan membantu kita dalam usaha kita ke depan. Kita harus memastikan bahwa kesalahan yang kita lakukan tidak terulang kembali. Pengalaman masa lalu seharusnya menjadi bekal untuk kesuksesan kita di masa depan. Antusiasme dan minat yang lebih besar menjadikan kesalahan kita sebagai batu loncatan untuk kesuksesan di masa mendatang.

9. Seni Memberi

Dimanapun kita tinggal, kita mendapati bahwa ada orang-orang di sekitar kita yang sangat miskin dan tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka. Sebagian dari mereka bahkan tidak bisa makan 2x sehari. Mereka tinggal di rumah yang lapuk. Mereka tidak memiliki pakaian yang layak untuk dikenakan. Anak-anak mereka terlihat di lingkungan sekitar kita dan tidak meneruskan pendidikan mereka. Ketika anda telah berada pada titik dimana anda merasa nyaman, pikirkanlah orang-orang tersebut yang berjuang susah payah untuk mencari uang demi bertahan hidup. Dalam hal ini, kita harus menyediakan bantuan bagi mereka dalam bentuk materi maupun bentuk lain. Beasiswa dapat ditawarkan kepada pelajar yang berasal dari keluarga miskin. Bantuan juga bisa diberikan untuk perawatan dan biaya rumah sakit bagi pasien yang miskin. Sebagian dari mereka tidak memiliki tempat berteduh dan terpaksa tidur di tempat terbuka. Singkat kata, kita bisa menemukan berbagai macam cara untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Dan kita harus membantu mereka tanpa pamrih. Mereka yang berkecukupan harus menyisihkan sebagian dari pendapatan mereka untuk kegiatan semacam ini.

8. Harapan dan Iman

Nasib bukanlah soal kesempatan; nasib adalah perihal pilihan. Nasib bukanlah sesuatu yang harus kita tunggu, namun sesuatu yang harus kita capai. Manusia adalah arsitek dari nasibnya sendiri. Nasib atau takdir merupakan hasil dari tindakan dan usaha kita. Jika kita mengetahui kejadian-kejadian yang akan kita alami di tahun mendatang, apa reaksi kita? Kebanyakan dari kita berpikir: kita sudah mengetahui nasib kita, jadi mengapa kita harus bekerja? Apapun yang kita lakukan hasilnya akan tetap sama. Jika anda terus bersikap demikian, anda tidak pernah maju. Tidak akan pernah ada produk baru maupun penemuan baru. Hanya stagnasi lah yang akan terjadi. Nasib membuat orang menjadi pasif dan menumpulkan pertumbuhannya. Kita tidak boleh bergantung pada nasib. Kita harus memahami pentingnya kejujuran dan kerja keras. Seperti kata pepatah: kerja adalah bagian dari doa. Kerja keras yang disertai kecerdasan dan ketulusan akan menghasilkan sukses di berbagai bidang.

7. Hukum Karma

Poin ini khusus bagi mereka yang percaya akan adanya hukum karma. Berdasarkan hukum karma, setiap akibat pasti memiliki sebab. Semua terjadi karena ada yang memulainya terlebih dahulu. Beberapa orang hidup hingga usia 100 tahun bahkan lebih sementara yang lain meninggal pada usia muda. Beberapa orang meninggal dengan cara yang menyakitkan dengan terbaring di rumah sakit karena penyakit serius. Sebaliknya, ada orang-orang yang meninggal tanpa merasa sakit. Pertanyaan dasar yang muncul dalam benak seseorang adalah: mengapa terdapat begitu banyak perbedaan dalam kehidupan manusia? Jawabannya sangat sederhana: karena hukum karma. Orang memperoleh hasil dari pemikiran serta tindakan mereka di kehidupan terdahulu. Jika seseorang telah hidup dengan jujur, membantu orang-orang di sekelilingnya; cepat atau lambat ia akan memperoleh imbalannya. Orang-orang yang memiliki kehidupan yang baik dan nyaman kemungkinan telah melakukan banyak perbuatan baik semasa hidupnya dulu; dan sebaliknya. Jiwa bersifat abadi dan selalu ada. Jiwa tidak pernah bisa ditenggelamkan ke dalam air atau dibakar dengan api. Tujuan utama dari jiwa adalah untuk mencapai tahap kesadaran diri dan kesempurnaan. Jiwa harus melalui beberapa tahap kelahiran dan kematian hingga akhirnya jiwa tersebut bisa mencapai tujuan akhirnya. Namun, jiwa bisa mencapai tujuan akhirnya jika jiwa tersebut tidak lagi memiliki hasrat, semua urusan-urusan telah dituntaskan dan tidak ada lagi beban yang ditanggungnya.

6. Manusia Harus Menghormati Sesamanya

Pada pandangan pertama, poin ini nampaknya berhubungan dengan aspek moral kehidupan. Tidak diragukan lagi, pertanyaan terhadap integritas moral cukup penting namun poin ini memiliki arti yang lebih mendalam. Seringkali, seseorang merasa dipermalukan oleh atasannya dan di hadapan rekan-rekan kerjanya. Jika dia terus dipermalukan di kantor atau di antara teman-temannya; ia akan kehilangan harga diri. Orang yang mengalami ini tidak saja akan merasa tidak berdaya dan terganggu, ia akan cenderung tidak menghargai atasannya dan bahkan menggunakan bahasa yang kasar. Dalam situasi semacam ini, sangat disarankan untuk mengundurkan diri dari tempat kerja maupun lingkungan meskipun dalam situasi tertentu hal ini tidak memungkinkan. Sebagai alternatif, ia seharusnya berterus terang kepada atasannya mengenai perasaan dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi pekerjaannya. Atasannya seharusnya cukup dewasa untuk memahami bahwa ia harus menghargai bawahannya. Dengan melakukan ini, hubungan antara atasan dan bawahan akan membaik dan akan tercipta keharmonisan diantara mereka berdua.

5. Manusia Harus Memiliki Kepuasan atas Kebutuhan Sosialnya

Manusia harus memiliki kehidupan sosial karena ia tidak dapat hidup seorang diri. Kecuali bagi mereka yang menjauhkan diri dari kehidupan materi dan mencari pencerahan jiwa; manusia membutuhkan interaksi sosial. Pada jaman dahulu, dalam sistem keluarga, kebutuhan sosial dapat terpenuhi dengan interaksi antar anggota keluarga. Namun dengan meningkatnya jumlah keluarga inti, manusia nyaris putus hubungan dengan interaksi sosial. Di kota-kota besar di tengah padatnya penduduk, seseorang bisa merasa terisolasi. Ia hidup di tengah-tengah orang asing. Ia harus memenuhi kebutuhan sosialnya dan menemukan cara untuk bercengkrama dengan lingkungan sekitarnya. Ia bisa bergabung dengan klub sosial atau asosiasi dimana ia bisa menghabiskan waktu dan berinteraksi dengan sesama anggota yang memiliki kesamaan minat. Para orang tua sebaiknya tidak terlalu mengekang kehidupan sosial anak-anak mereka. Jika mereka melarang anak-anak untuk bergaul dengan kawan-kawannya, orang tua seharusnya sadar bahwa hal itu akan menghambat pertumbuhan mereka.

4. Manusia Harus Memperoleh Rasa Superioritas (Setidaknya) Dalam 1 Hal

Jadilah ahli dalam beberapa bidang. Manusia harus memilh pekerjaan sesuai dengan keahliannya, meskipun seringkali kebebasan untuk memilih pekerjaan tidaklah mungkin. Intinya adalah pekerjaan apapun yang ia lakukan, ia harus menjadi ahli dalam pekerjaannya, dan dari situlah ia akan mendapatkan rasa hormat dari kelompoknya. Keahlian ini harus terus ia miliki sepanjang hidupnya. Sebagai contoh, mari kita lihat dari bidang akademis. Seorang professor mengajar sebuah mata pelajaran dalam kelas-kelas tingkat lanjut di sebuah universitas. Ia tidak hanya harus memiliki pengetahuan yang cukup terhadap mata pelajaran yang ia ajarkan, ia juga harus mengajar dengan cara yang bisa dipahami murid-muridnya. Jika para murid menganggap ia bisa mengajar dengan baik, mereka akan bersemangat untuk hadir dalam mata kuliahnya dan memberikan rasa hormat baginya. Sang professor akan merasa sangat senang jika ia mengetahui bahwa mata pelajaran yang ia ajarkan dapat diterima dengan baik dan dihargai.

3. Energi Harus Disalurkan

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan orang tua yang mencegah anak-anak mereka melakukan hal yang mereka minati. Jika si anak menentang keinginan orang tua nya , orang tua akan menegurnya dan meminta agar hal tersebut tidak mereka lakukan lagi. Hal ini mungkin akan berhasil untuk sementara waktu namun jika sering dilakukan, hal ini akan berdampak buruk bagi pertumbuhan anak. Jika si anak berada pada rentang usia 14-20 tahun, ia akan memberontak dan melawan ayahnya secara terbuka. Sebagai contoh, ketika air mendidih, uap dengan dorongan tenaga kuat akan dihasilkan. Nah, jika tidak ada pelepasan dan air terus mendidih, akan terjadi ledakan. Intinya adalah jika seseorang memiliki dorongan untuk melakukan sesuatu, tidak disarankan untuk menekan dorongan tersebut. Menekan “dorongan tersebut” akan berakibat pada kemunduran kehidupan orang yang bersangkutan. Hal itu akan merampas kepribadian unik dari orang tersebut.

2. Manusia Harus Mendengarkan Suara Hatinya

Untuk mencapai kehidupan yang terorganisir, manusia harus mematuhi suara hatinya. Bahkan, poin ini adalah hukum terpenting dari hukum-hukum yang sudah ada. Jika manusia tidak mampu mendengarkan suara hatinya, ia tidak akan mampu mengendalikan dan mengarahkan hidupnya. Perlu dicatat juga bahwa kita tidak pernah bisa memutuskan apa yang harus dilakukan orang lain. Namun kita bisa mendengar suara hati kita yang akan memberi tahu kita apa yang harus kita lakukan. Sekali lagi, orang tua memiliki peran besar untuk mendorong anak-anak mereka; semakin mereka dewasa mereka harus mengarahkan kehidupan mereka. Untuk hal ini, orang tua harus memberikan pengarahan sehingga mereka bisa mengetahui bagaimana intuisi mereka bisa menuntun kehidupan mereka. Jika seseorang telah mengembangkan kebiasaan bermeditasi, akan terasa lebih mudah untuk mendengarkan suara hati. Meditasi juga akan membawanya menuju kebangkitan spiritual.

1. Harus Mengatur dan Mengarahkan Hidupnya

Hukum fundamental ini mengatakan bahwa manusia harus menguasai kehidupannya. Ia harus mampu membentuk kehidupannya sesuai dengan keahlian dan minatnya. Namun, hal ini mungkin terjadi jika ia memeiliki kehidupan yang teratur. Ia harus memastikan bahwa seluruh kegiatannya memiliki waktu sehingga ia memiliki kehidupan yang seimbang. Kehidupan demikian akan membantu menghindari waktu terbuang sia-sia dan memungkinkan manusia untuk memberikan hasil yang maksimal dan di waktu yang bersamaan menyediakan relaksasi dan suka cita bagi dirinya sendiri. Saat ini, banyak hal yang berubah dengan cepat. Dunia telah menjadi pemukiman global. Perubahan teknologi berlangsung setiap harinya. Oleh sebab itu sangatlah penting bagi manusia untuk tetap mengikuti perubahan jaman. Hal ini mungkin terjadi jika anda memiliki rasa ingin tahu untuk terus mempelajari hal-hal baru. Anda tidak boleh menunda proses pembelajaran. Jika anda menunda proses tersebut, anda akan mendapatkan diri anda terjebak dalam bidang anda. Dalam dunia yang kompetitif, banyak orang yang akan mendahului anda. Hal ini akan meruntuhkan semangat anda dan membuat anda merasa frustasi.

Total Tayangan Laman

Music

Hamka Tanjung. Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Entri Populer

Follow